Sedetik pun semua juga bisa berubah
Sama halnya kaya Cinta
Cinta bisa berubah kapan aja, kita ga tau waktunya, tempatnya, sama siapa
Bisa aja sekarang cinta lagi membara dihati lo, sedetik lagi cinta itu bakalan hilang
Bicara tentang cinta ga pernah lepas dari yang namanya sikap
Sikap dua insan manusia yang menentukan semuanya akan berjalan maju, stuck di tempat atau bahkan mundur
Berjalan maju? Iya berjalan maju disaat dua insan itu bisa saling mengisi, melengkapi, mengerti, dan mau untuk membangun semuanya hanya antara "aku dan kamu" tanpa ada kata "dia"
Stuck di tempat? Iya stuck di tempat disaat dua insan itu ga bisa membuat suatu komitmen. Apasih yang dimaksud dengan komitmen itu sendiri? Ketika dua insan itu bertemu dan mereka bahagia, mereka harus bisa mendeskripsikan mereka itu sebagai apa? Teman dekat? Sahabat? Teman tapi mesra? atau Pacar?
Mundur? Iya mundur dimana dua insan itu sudah tidak bisa lagi menjaga apa itu saling mengisi, memahami satu sama lain dan menambahkan "dia" diantara "aku dan kamu"
Semua orang pasti menginginkan kisah cintanya selalu happy ending seperti kisah cinta di ftv atau novel teenlit terkenal itu. Tapi sayang, hanya orang-orang lucky yang bisa mendapatkan itu semua. 7 dari 10 pasangan yang ada mereka mendapatkan bad ending, bukan happy ending.
Rasa sakit hati dan kecewa adalah hal yang ga pernah lepas dari kisah percintaan, terutama untuk mereka yang baru putus cinta. Dan untuk kaum hawa, mereka lebih banyak merasakan ini semua dibanding kaum adam. Kenapa? Karena wanita selalu menggunakan perasaan, sedangkan pria menggunkan logika. Untuk pria pria yang punya logika tinggi terlihat dari seberapa banyak dia menyakiti wanita Haha mungkin memang semuanya seperti itu, tapi percaya ga percaya sih.
Banyak loh wanita jaman sekarang yang mendapatkan sakit hatinya ketika pria sudah memainkan logikanya. Banyak hal dimana menurut perasaan wanita itu tidak biasa tapi menjadi hal bisa bagi logika pria. Banyak juga kelakuan pria yang menurut logika pria itu benar tapi menurut perasaan wanita itu malah menyakitkan.
Dalam konteksnya, pria dan wanita itu memang ga pernah sejalan. itulah sebabnya mengapa ada kata-kata "saling memahami dan saling mengisi" didalam sebuah hubungan.
Tapi ga jarang kita menemukan banyak pasangan yang salah satunya mempunyai sikap egois. Sikap yang emang terkutuk banget kayanya dalam sebuah hubungan.
Dan ga jarang juga sekarang kita menemukan pasangan yang hanya ingin memanfaatkan sesuatu dari pasangannya. Wanita, mungkin mereka sekarang lebih banyak yang mengutamakan pria yang mempunyai harta lebih. Ga munafik sih, wanita membutuhkan materi memang untuk kedepannya nanti, untuk kesenangan dan ya untuk lainnya tergantung wanitanya itu sendiri. Tapi itu ga lebih parah dari seorang pria yang memanfaatkan wanita dari kenikmatan tubuhnya. Buat para pria, kalian memang membutuhkan itu semua dan untuk wanita tidak munafik juga membutuhkannya. Tapi selama itu masih dalam batas kewajaran. Tapi buat pria yang memacari seorang wanita setelah mendapatkan kenikmatan tubuhnya lalu pergi meninggalkan sang wanita begitu saja tanpa alasan yang pasti haru dianggap apa? Bajingan? Brengsek? Yayaya itu semua juga sudah menjadi hal yang bisa dijaman sekarang, bukan hal tabu dan bukan hal yang asing lagi.
Tapi sekedar pesen aja si ya buat pria dan wanita yang "mungkin" tersindir dengan tulisan gue yang di atas. kenikmatan dan kebahagiaan apapun di dunia yang lo hadapi saat ini bisa aja sedetik hilang karna hal-hal yang emang ga masuk logika bahkan perasaan.
good banget tulisan lo!!
BalasHapuslope banget deh
moga lu jadi penulis
amiinn btw thank u!!!
BalasHapus